Apa itu Cryptocurrency dan Perkembangannya di Indonesia

Setelah dilegalkan pada Oktober 2018 lalu, cryptocurrency atau mata uang digital semakin populer dan banyak diburu oleh para pelaku bisnis kripto di Indoneisa. Para penggiat kripto tidak perlu lagi merasa seperti sedang bertransaksi di pasar gelap, sebab kini cryptocurrency sudah secara resmi dinyatakan sebagai Aset Kripto dan terdaftar sebagai barang legal yang bisa diperdagangkan di Bursa Berjangka. Mulai tertarik dan ingin mencoba terjun ke dunia kripto? Tahan dulu. Jika kamu masih pemula dan belum pernah memiliki mata uang kripto sebelumnya, sebaiknya cari tahu terlebih dahulu dan pahami bagaimana mekanisme kerja cryptocurrency. Sama halnya seperti saham, berinvestasi pada mata uang kripto juga memiliki risiko karena pasar cryptocurrency memiliki volatilitas (tingkat perubahan) dan fluktuasi yang sangat cepat bahkan ekstrem. Mengapa terbilang ekstrem? Sebab, sebuah mata uang kripto dapat mengalami kenaikan tajam hingga 1000% hanya dalam kurun waktu beberapa jam saja. Luar biasa, bukan?

Apa Itu Cryptocurrency?

Sebenarnya, apa itu cryptocurrency? Secara etimologis, cryptocurrency terdiri dari dua kata, yakni crypto (cryptography) dan currency. Crypto berarti bahasa persandian dalam dunia komputer dan currency adalah nilai mata uang. Jadi, cryptocurrency adalah mata uang digital yang digunakan untuk bertransaksi melalui jaringan online (internet) dan dilindungi oleh persandian komputer yang rumit dan kompleks. Sederhananya, cryptocurrency adalah mata uang digital yang proses transaksinya dilakukan dalam jaringan (online). Berbeda dengan mata uang Negara seperti Rupiah atau Dollar, mata uang kripto didesain dengan cara memecahkan soal-soal matematika yang rumit berdasarkan kriptografi. Siapapun bisa bertransaksi asalkan memiliki mata uang kripto dan jaringan internet yang baik. Cryptocurrency pertama yang dibuat dan masih tetap eksis hingga sekarang adalah Bitcoin. Bitcoin dikembangkan oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2009 dan kini sudah beredar sebanyak 17,5 juta koin Bitcoin dengan harga mencapai Rp48.547.056 (data coinmarketcap) yang setiap saat bisa mengalami perubahan. Di balik segala kontroversinya, kini cryptocurrency semakin eksis dan populer. Menurut Coinmarketcap, saat ini sudah ada 2120 jenis mata uang kripto yang tersebar di seluruh belahan dunia. Beberapa mata uang kripto yang cukup banyak dikenal antara lain Bitcoin, Ripple, Ethereum, EOS, Litecoin, dan masih banyak lagi.

Bagaimana Menentukan Nilai Cryptocurrency?

Nilai dari sebuah mata uang digital atau cryptocurrency bergantung pada mekanisme pasar. Sama seperti halnya produk-produk yang dijual pada umumnya, harga sebuah mata uang kripto ditentukan oleh ‘supply and demand’ alias permintaan dan penawaran. Jika terdapat banyak permintaan terhadap suatu mata uang kripto namun penawarannya tidak begitu banyak, maka otomatis nilai kripto akan meningkat. Begitupun sebaliknya, jika penawarannya banyak sedangkan permintaan sedikit, maka nilainya akan menurun. Selain itu, harga atau nilai mata uang kripto juga ditentukan dari kelangkaannya karena proses penciptaannya yang harus memecahkan soal-soal matematika yang rumit, serta nilai ekripsinya yang unik.

Bagaimana Sifat Cryptocurrency?

Cryptocurrency dikenal dengan dua sifatnya, yakni transaksional dan moneter. Apa maksudnya? Berikut penjelasan sifat-sifat cryptocurrency secara detail.
  1. Transaksional Sifat transaksional pada cryptocurrency terbagi menjadi lima, yakni irreversible, pseudonymous, fast and global, secure, dan permissionless. a. Irreversible. Sebuah transaksi yang telah dikonfirmasi tidak dapat dibatalkan oleh siapapun, baik itu oleh Bank, kamu, atau penerima mata uang kripto lainnya. Harus diingat, meskipun kamu ditipu, transaksi yang sudah diproses dan dikonfirmasi tidak dapat dibatalkan. Maka, perlu berhati-hati dan teliti, ya. b. Pseudonymous. Transaksi dan akun tidak terhubung dengan akun dalam identitas riil. Meskipun riwayat dan arus transaksi dapat dianalisis, kamu tidak dapat menghubungkan identitas riil kamu dengan alamat pengirim Bitcoin. c. Fast and global. Sebuah transaksi akan tersebar dalam jaringan dan akan segera dikonfirmasi hanya dalam hitungan beberapa menit. Transaksi juga bisa dilakukan secara global. d. Secure. Untuk keamanannya, cryptocurrency dikunci dalam public key cryptography system. Hanya yang memiliki privaet key yang bisa bertransaksi mengirim cryptocurrency. Dengan sistem yang kuat ini, hampir mustahil dapat dirusak atau diretas. e. Permissionless. Karena sifatnya yang terdesentralisasi, kamu tidak perlu izin dari siapapun untuk bertransaksi dan menggunakan mata uang kripto. Bahkan, kamu bisa mengunduh perangkat lunaknya secara gratis.
  2. Moneter Sifat moneter pada cryprocurrency terbagi menjadi dua, yakni controlled supply dan no debt but bearer. a. Controlled supply. Umumnya, setiap mata uang kripto memiliki batas jumlah supply token. Seperti halnya Bitcoin yang disediakan oleh sistem dengan batas jumlah koin yang beredar mencapai 21 juta. Pengaturan persediaan mata uang kripto tertulis dalam kode sehingga persediaan koin di masa depan dapat dihitung sejak hari ini. b. No debt but bearer. Tidak seperti halnya mata uang negara yang nilainya mempresentasikan jumlah utang, cryptocurrency justru mempresentasikan dirinya sendiri layaknya logam mulia.

Bagaimana Cara Kerja Mata Uang Digital?

Membahas cryptocurrency tentu tidak terlepas dari sebuah jaringan terdesentralisasi bernama blockchain. Blockchain ini bisa diibaratkan sebagai buku besar yang akan mencatat setiap aktivitas transaksi para pengguna mata uang kripto. Jaringan ini bersifat tidak terpusat, artinya, setiap transaksi dilakukan secara peer to peer alias tanpa perantara, tanpa pihak ketiga, dan tanpa otoritas pusat seperti pemerintah ataupun perbankan. Jadi, kamu bisa mengirim atau menerima uang dari mana saja, kapan saja, asalkan ponsel atau laptop kamu terhubung dengan internet. Berbeda jika kamu bertransaksi melalui perbankan yang memiliki jadwal-jadwal tertentu, dan tentu perlu biaya tambahan untuk membayar jasa pihak ketiga saat akan bertransaksi.

Bagaimana Cara Mendapatkan Mata Uang Digital?

Lalu, bagaimana cara untuk mendapatkan mata uang kripto? Ada dua cara yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan cryptocurrency, Bitcoin misalnya, antara lain dengan membeli Bitcoin secara tunai di penyedia layanan exhange (contoh, GOPAX Indonesia) atau melakukan penambangan atau mining. Untuk mendapatkan Bitcoin di layanan exchange cukup mudah, kamu hanya perlu registrasi dan melengkapi identitas diri, lalu men-transfer sejumlah uang untuk mendapatkan koin Bitcoin. Namun, jika kamu ingin mendapatkan Bitcoin dengan cara penambangan, maka kamu perlu mempersiapkan peralatan komputer super canggih dengan spec dan kecepatan tinggi. Tentunya perlengkapan tersebut membutuhkan dana yang besar. Dan biasanya yang melakukan penambangan adalah perusahaan-perusahaan besar.

Risiko Investasi Cryptocurrency

Sudah disebutkan sebelumnya, cryptocurrency memiliki volatilitas dan fluktuasi yang cukup ekstrem. Sebagai contoh, ada seorang karyawan membeli satu unit Bitcoin seharga Rp50 juta. Lalu, dalam setahun harga pasaran Bitcoin mencapai angka Rp150 juta, karyawan tersebut pun menjualnya dan langsung mendapat keuntungan Rp100 juta. Terlihat menggiurkan? Memang. Tapi, kamu juga perlu mengingat bahwa sewaktu-waktu nilai mata uang kripto dapat menurun cukup ekstrem. Sama halnya seperti berinvestasi saham, belilah cryptocurrency saat harga murah dan jual kembali saat harganya tinggi. Atau, belilah ketika melihat ada peluang naik, dan segera jual ketika peluangnya menurun. Sebelum mulai berinvestasi, pastikan kamu paham seluk beluk mata uang digital ya!

Related Posts:

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *