Bahas Tuntas Mata Uang Digital Kripto Stellar Lumens dan Kelebihannya

mau investasi aset kripto seperti stellar? Ini dia informasi yang perlu kamu ketahui
Pada artikel sebelumnya sudah dibahas secara tuntas mengenai beberapa mata uang kripto, antara lain Bitcoin, Ethereum, dan Ripple. Apakah cukup sampai di situ? Tentu tidak, masih banyak cryptocurrency lainnya yang tersebar di seluruh belahan dunia. Menurut data dari coinmarketcap, saat ini ada sekitar 2107 mata uang digital yang beredar, salah satunya yakni Stellar Lumens. Tahukah kamu apa itu Stellar Lumens? Apa bedanya Stellar dengan Bitcoin? Hampir sama seperti cryptocurrency pada umumnya, Stellar Lumens adalah sebuah platform open source (terbuka) berbasis Blockchain yang berintegrasi untuk melakukan transaksi secara cepat, handal, dan hampir tanpa biaya. Adapun satuan nilai mata uang dari Stellar adalah Lumens (XLM). Sama seperti Bitcoin, Ethereum, dan mata uang kripto secara umum, Stellar Lumens memiliki sistem yang terdesentralisasi. Artinya, tidak ada satu sentral atau sumber terpusat yang mengendalikan jaringan. Sehingga semua transaksi tersimpan dalam blockchain (sistem pencacatan transaksi) yang transparan dan terbuka. Dengan pertumbuhannya yang cukup signifikan, saat ini Stellar Lumens menempati posisi ke-4 dari 2107 mata uang kripto yang beredar di dunia. Suplai volume Lumens (XLM) yang beredar pun mencapai 19,1 miliar koin. Luar biasa, ya?

Siapa Pencipta Stellar Lumens (XLM)?

Kapitalisasi pasar Stellar Lumens mencapai angka 28,8 triliun rupiah per tanggal 15 Januari 2019. Siapakah orang-orang di balik kesuksesan mata uang kripto ini? Mereka adalah Jed McCaleb dan partnernya, Joyce Kim. Caleb dan Kim mendirikan Stellar Development Foundation (SDF) di tahun 2014 dan mengembangkan Stellar dengan melakukan fork dari protokol Ripple. Jed dan Kim, sama-sama memiliki latar belakang profesional di lahan cryptocurrency. Selain menjadi salah satu pendiri SDF, Jed juga merupakan co-founder beberapa start up kripto, antara lain Mt. Gox, Overnet, eDonkey, dan Ripple. Selain itu, Jed juga merupakan seorang programmer dan entrepreneur. Bagaimana dengan Joyce Kim? Sebelum mendirikan SDF, Kim adalah seorang VC di Freestyle Capital dan serial entrepreneur. Tidak hanya Jed dan Kim, ada sosok lain di balik Stellar Lumens, yakni David Mazieres yang berperan sebagai ilmuwan utama di SDF. Ia adalah seorang profesor Ilmu Komputer di Stanford University. Karena sebagian besar gagasannya, Protokol Konsensus Stellar tercipta.

Bagaimana Sejarah Stellar Lumens (XLM)?

Pada tahun 2014, jaringan Stellar diluncurkan dengan jumlah 100 miliar keping Stellar (STR). Namun, satu tahun pasca peluncurannya, Stellar Network mengalami masalah sistem yang menimbulkan kerugian. Oleh karenanya, SDF melakukan perbaikan dan memperkuat jaringan. SDF juga mengganti nama mata uangnya, yang sebelumnya bernama Stellar (STR), menjadi Lumens (XLM) Di tahun 2015, SDF tidak hanya mengganti nama mata uang, melainkan juga melakukan hardfork yang berujung pada pemisahan 2 jaringan, yakni:
  1. Jaringan Stellar itu sendiri sebagai medium investasi, penyimpanan kekayaan, hingga transaksi dan perdagangan.
  2. Stellar.org, organisasi non profit yang berkontribusi terhadap pengembangan keseluruhan jaringan.
Apa tujuan dari diciptakannya Stellar Lumens? Yakni untuk mencapai ekonomi digital yang lebih inklusif. Agar tercapainya tujuan tersebut, Stellar.org bekerja untuk menghubungkan pengguna dengan layanan keuangan berbiaya rendah.

Apa Saja Kelebihan dari Stellar Lumens (XLM)?

Umumnya, semua inovasi dari Ledger Database Blockchain ter-desentralisasi juga dimiliki Stellar Lumens seperti halnya pada Bitcoin dan Ethereum. Tapi, terdapat beberapa keunggulan Lumens yang lebih mencolok dibandingkan kripto lainnya. Apa saja?
  1. Memiliki Anti-Spam Hingga Tingkat Terkecil

    Setiap transaksi yang dilakukan akan dikenakan biaya yang sangat kecil, yakni 0,00001 Lumens (XLM). Biaya ini terbilang cukup murah, per April 2018, dengan 1 dollar kamu bisa menggunakan untuk 400 ribu transaksi. Mengapa transaksi pada Stellar Lumens dikenakan biaya? Hal ini untuk melindungi pengguna dari serangan Ddos. Apa maksudnya? Dengan kata lain, melindungi dari kelambatan proses transaksi karena serangan ribuan bahkan jutaan permintaan transaksi dalam satu waktu. Jika ada oknum yang berniat melakukan serangan, maka secara otomatis dana mereka akan terkuras sebelum serangan sempat merusak jaringan. Dengan keunggulan anti-spam ini, maka transaksi akan berjalan lancar tanpa gangguan.
  2. Minimum Saldo 20 Lumens

    Pengguna Stellar diwajibkan menyisakan minimal 20 Lumens (XLM) pada wallet mereka. Hal ini diterapkan untuk memastikan bahwa akun mereka gunakan adalah akun asli, sehingga mencegah timbulnya pihak-pihak ‘iseng’ yang berpotensi merugikan pengguna lain. Tidak hanya itu, batas minimum saldo ini juga dapat melancarkan arus transaksi sehingga berjalan secara realtime.
  3. Transaksi Multi-Mata Uang

    Keunggulan lain yang ditawarkan Stellar Lumens yakni transaksi multi mata uang. Jadi, tidak ada batasan transaksi pertukaran Lumens ke mata uang lainnya. Pengguna bisa melakukan pertukaran ke berbagai mata uang kripto lain (BTC, ETH, XRP, dan lainnya), ataupun mata uang Negara (IDR, USD, EUR, dan lainnya).
  4. Menggunakan Protokol Konsensus Stellar

    Stellar Lumens menggunakan protokol konsensus stellar dimana setiap keputusan dan verifikasi yang dibuat pengguna dilakukan melalui konsensus. Proses ini terjadi tiap 3 – 5 detik. Pada jaringan Stellar Lumens ini memungkinkan ribuan transaksi tiap detiknya. Luar biasa, ya?

Bagaimana Cara Mendapatkan Lumens (XLM)?

Dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan, kamu jadi semakin tertarik untuk memiliki koin Lumens (XLM)? Bagaimana cara mendapatkan Lumens (XLM) dengan mudah? Sebelum memutuskan untuk membeli Lumens, hal yang perlu ditegaskan ialah bahwa Lumens tidak diawasi oleh organisasi atau lembaga negara sehingga masih berisiko penipuan. Oleh karena itu, kamu bisa mendapatkan koin Lumens di penyedia layanan exchange yang kredibel, misalnya GOPAX Indonesia. Umumnya, kamu harus mengikuti beberapa tahap, mulai dari membuat akun, verifikasi data diri, lalu transfer Rupiah ke platform bersangkutan yang selanjutnya akan dikonversikan menjadi Lumens (XLM).

Bagaimana Cara Menyimpan Koin Lumens (XLM)?

Setelah memiliki Lumen, tentu kamu perlu dompet untuk menyimpannya. Lalu, bagaimana cara menyimpan Lumens dengan aman? Ada beberapa e-wallet yang bisa kamu gunakan untuk menyimpan koin Lumens yang dimiliki, antara lain sebagai berikut.
  1. LOBSTR adalah dompet khusus untuk jaringan Stellar yang tersedia sebagai aplikasi web dan juga memiliki aplikasi khusus pada iOS dan Android.
  2. Stellar Desktop Client adalah dompet Stellar open source untuk desktop komputer. Dompet ini akan memungkinkan untuk mengenkripsi kunci rahasia dan menyimpan secara secara lokal pada komputer.
  3. Papaya Anchor adalah dompet yang bisa kamu gunakan untuk menyimpan Lumens dan aset lainnya. Dompet ini tergolong user-friendly untuk digunakan.
Atau, kamu juga bisa langsung mengunjungi situs resmi Stellar.Org untuk mendapatkan beberapa referensi wallet resmi, antara lain seperti Ledger, Stronghold, StellarTerm, Blackwallet, LuPoEx, SAZA, Centaurus, dan ketiga wallet yang sudah disebutkan di atas.

Berapa Harga Koin Stellar Lumens (XLM) Sekarang?

Jadi semakin tertarik untuk bertransaksi menggunakan Lumens (XLM) ya? Kira-kira, berapa harga koin Stellar (XLM) saat ini? Menurut data dari coingecko, harga koin Lumens per tanggal 15 Januari 2019 yakni sebesar Rp1.508. Tertarik mempelajari aset kripto lainnya? Yuk baca juga apa itu bitcoin, ethereum, dan ripple. Mulai investasimu sekarang!

Related Posts:

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *