Akhirnya, Kini Jual Beli Aset Kripto Legal di Indonesia!

Jelang akhir tahun 2018, para pelaku bisnis aset kripto di Indonesia mendapatkan kabar yang melegakan. Aset kripto atau biasa disebut dengan cryptocurrency atau mata uang digital sebelumnya mendapatkan cukup banyak kontra dari lembaga pemerintahan. Hal ini pastinya tidak lepas dari tugas pemerintah untuk melindungi masyarakatnya. Salah satu risiko penipuan yang mungkin terjadi adalah investasi bodong yang memanfaatkan Bitcoin sebagai komoditi investasi. Akan tetapi, kini aset kripto telah sah dan legal di Indonesia. Bukan sebagai alat pembayaran, melainkan sebagai komoditi sehingga dapat diperdagangkan di bursa. Keputusan ini secara resmi ditandatangani oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), setelah dilakukan kajian selama empat bulan lamanya. Pada tanggal 2 Oktober 2018, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 99 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Aset Kripto dikeluarkan. Peraturan tersebut menyatakan bahwa cryptocurrency secara resmi dinyatakan sebagai Aset Kripto dan sudah terdaftar sebagai barang legal yang dapat diperdagangkan sebagai komoditas di Indonesia.

Tercatat Tiga Pasal

Melihat aset kripto yang semakin berkembang luas di masyarakat, Menteri Perdagangan Republik Indonesia menilai bahwa Aset Kripto merupakan komoditi yang layak dijadikan sebagai subjek Kontrak Berjangka yang diperdagangkan di Bursa Berjangka. Adapun Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 99 Tahun 2018 ini memiliki tiga pasal, yakni sebagai berikut.
  • Pasal 1 Aset Kripto (Crypto Asset) ditetapkan sebagai Komoditi yang dapat dijadikan Subjek Kontrak Berjangka yang diperdagangkan di Bursa Berjangka;
  • Pasal 2 Pengaturan lebih lanjut mengenai penetapan Aset Kripto (Crypto Asset) sebagai Komoditi yang dapat dijadikan Subjek Kontrak Berjangka yang diperdagangkan di Bursa Berjangka, pembinaan, pengawasan, dan pengembangannya ditetapkan oleh Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi;
  • Pasal 3 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
 

Legalnya Kripto Jadi Langkah Positif

Peraturan yang dikeluarkan pemerintah tentu menjadi sebuah langkah positif bagi perkembangan Aset Kripto di Indonesia. Para pelaku bisnis aset kripto tidak perlu lagi merasa seperti bertransaksi di pasar gelap, sebab Peraturan Permendag Nomor 99 Tahun 2018 ini akan menjadi payung hukum, baik itu untuk para pelaku bisnis dalam negeri maupun investor asing. Jadi, kamu merasa lebih aman dalam melakukan transaksi dan investasi mata uang digital, kan? Tidak hanya menetapkan aset kripto sebagai subjek komoditas yang diperjualbelikan di bursa berjangka, tentu pemerintah, khususnya Bappebti, akan mengeluarkan peraturan lebih lanjut. Yakni, menyusun peraturan dan ketentuan teknis terkait perusahaan exchanger, wallet, mining, hingga pajak dan pencucian uang. Penyusunan ini turut melibatkan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK),PPATK dan Polri. Pembuatan peraturan lebih rinci mengenai perdagangan aset kripto di Indonesia ini tentu akan memberikan dampak yang sangat penting untuk jangka waktu panjang. Oleh karena itu, sangat penting bagi trader, miner (penambang) atau pemain kripto lainnya untuk memberikan saran dan masukan kepada pemerintah terkait penyusunan peraturan berkelanjutan. Hal ini agar peraturan yang dikeluarkan dapat selaras dan harmonis.

Prediksi Kinerja Kripto Setelah Dilegalkan?

Bagaimana prediksi pasar kripto di Indonesia setelah dilegalkan? Menurut Galang Prayogo, selaku Ketua Himpunan Pemerhati Hukum Siber Indonesia (HPHSI), pasar kripto terutama Bitcoin diprediksi akan melonjak dan cerah di tahun 2019. Terlebih kini kripto telah didukung oleh pemerintah, melalui Bappebti, dengan disahkannya asset kripto sebagai komoditas. Dengan adanya regulasi dari pemerintah, tentu menjadi stimulus yang optimal untuk lebih menghidupkan kembali pasar kripto. Para pelaku bisnis aset kripto pun akan lebih nyaman dalam bertransaksi dan berinvestasi. Tidak hanya dalam bentuk mata uang kripto luar negeri seperti Bitcoin, melainkan juga kripto dalam negeri, yakni Cyronium. Kripto asal Indonesia, Cyronium, memiliki platform “Scale-Up UKM” yang membina puluhan UKM di Indonesia dengan tujuan untuk meningkatkan omzet bulanan mereka. Semakin tinggi omzet UKM binaan Cyronium, maka akan berdampak positif terhadap kenaikan harga Cyronium. Per tanggal 27 November 2018, harga kripto Cyronium mencapai Rp29,4 juta. Bahkan, kini perusahaan-perusahaan raksasa di Indonesia sudah mulai melirik dan memasuki dunia kripto, salah satunya adalah perusahaan Go-Jek. Go-Jek sedang membuat akuisisi saham besar-besaran dari perusahaan fintech blockchain berbasis di Filipina.

Perlu Edukasi Lebih Terkait Kripto

Meskipun perkembangan kripto terbilang pesat dan sudah diakui oleh pemerintah, namun nyatanya kripto masih menjadi hal baru bagi sebagian besar masyarakat. Pemahaman masyarakat Indonesia terhadap kripto terbilang masih rendah jika dibandingkan dengan negara lain. Mungkin, sudah banyak yang pernah mendengar soal cryptocurrency, namun baru sedikit yang memahaminya. Oleh karena itu diperlukan edukasi secara menyeluruh terkait asset kripto, bagaimana cara kerjanya, beserta risiko-risiko yang perlu diwaspadai.

Related Posts:

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *