Kenaikan Harga Bitcoin Hampir 30%. Apa Penyebabnya?

  Harga koin BTC terus melejit? Selama satu pekan terakhir, harga Bitcoin terus melonjak naik. Mengintip Coinmarketcap, saat tulisan ini disusun (11/4), harga Bitcoin mencapai angka US$5.308 atau setara Rp75,1 juta. Meskipun sempat turun ke angka US$5.264 (Rp74,5 juta) pada tanggal 9 April lalu, kini harga Bitcoin terus melonjak naik. Bahkan dalam tempo satu pekan, kenaikan harga koin BTC tembus hingga 27,7 persen. Saat ini Bitcoin ada di level puncaknya, yakni dari angka US$4.128, BTC berhasil bertengger di angka US$5.308. Melonjaknya harga Bitcoin ini sedikit mengejutkan melihat di sepanjang tahun 2018 tren Bitcoin terus menurun hingga 76%, bahkan Bitcoin belum berhasil menembus kembali puncak tertingginya yang hampir mencapai angka US$20.000. Namun ternyata lonjakan harga Bitcoin ini juga berimbas pada koin kripto lainnya. Diantaranya yakni nilai koin Ether yang meningkat 10%, nilai koin Ripple yang meningkat 9%, serta nilai koin TRON, Monero, dan Litecoin yang meningkat hingga lebih dari 10%. Sebenarnya, apa penyebab terjadinya lonjakan harga Bitcoin ini? Pesanan Koin BTC Skala Besar Apa penyebab terjadinya lonjakan harga bitcoin dalam sepekan terakhir? Ada spekulasi yang menyebutkan kalau lonjakan harga ini dipicu oleh pesanan skala besar yang mencapai angka 100 juta US Dollar. Pesanan skala besar ini tersebar di tiga tempat pertukaran (exchange), yakni di Coinbase dan Kraken yang berbasis di Amerika Serikat (AS), serta Bitstamp yang berbasis di Luxemburg. Dilansir dari Reuters (3/4/2019), Oliver Von Landsberg-Sadie, CEO perusahaan cryptocurrency BCB Group, mengatakan bahwa ada satu pesanan sekitar 20.000 BTC yang diatur secara algoritma di tiga tempat ini (exchange). Oliver menambahkan, “Jika kalian melihat volume pada masing-masing tiga tempat penukaran, ada unit volume yang disinkronkan sekitar 7.000 BTC per jam.”

Kenaikan Harga Bitcoin Membentuk Pola Cup & Handle

Tanggal 3 April lalu, Christopher Tahir, Analisis Bitcoin dari CryptoWatch, mengatakan bahwa kenaikan BTC ke angka US$5.000 mengulang posisinya di November 2018, dan membentuk pola Cup & Handle (CH). Cup and Handle adalah sebuah pola yang mempunyai probabilitas (kemungkinan) tinggi, namun jarang dijumpai. Jika bisa menemukan dan menggunakan trading dengan pola ini maka hasilnya dapat menguntungkan. Melihat momen kenaikan ini, Christoper menyarankan para trader untuk take profit dan beli kembali di level US$4.198, atau ambil untung sebagian sebelum masuk kembali nantinya. Sedangkan untuk para holdler, Christoper menyarankan untuk melakukan akumulasi kembali saat harga mendekati US$4.200.

Pertanda Industri Cryptocurrency Sedang Positif

Mengutip dari Coindaily, Oscar Darmawan selaku CEO Indodax mengatakan bahwa selama tiga bulan terakhir terjadi fase akumulasi beli, yakni para buyer kripto percaya akan terjadi peristiwa lonjakan harga. Dan, kenaikan harga ini semakin mendorong besarnya tingkat pembelian kripto. Peristiwa lonjakan harga Bitcoin ini menandakan bahwa sebenarnya industri kripto sedang sangat positif. Apalagi aturan internasional di berbagai negara terus mengangkat perkembangan aset digital. Bahkan di Indonesia cryptocurrency sudah legal dan diakui sebagai komoditas yang dapat diperjualbelikan di bursa. Aturan tersebut tertulis dalam Peraturan Menteri Perdagangan RI No. 99/2018 tentang Kebijakan Umum Penyelenggara Perdagangan Berjangka Aset Kripto.

Lonjakan Harga Berpotensi Menarik Banyak Investor

Dalam sebuah laporan, Neem Aslam selaku Kepala Analis pasar TF Global Markets (UK) Ltd, mengatakan bahwa pergerakan liar untuk harga Bitcoin adalah normal, sehingga peristiwa ini tidak begitu mengejutkan. Ia juga menambahkan, “Bitcoin adalah sejenis binatang buas yang mempunyai kemampuan mencetak kenaikan lebih dari 20% setiap hari. Kami telah melihat reli semacam ini menjelang akhir 2017 sebelum harganya jatuh”. Namun, Neem Aslam menyebutkan bahwa lonjakan bitcoin besar (XBT) ini akan menarik banyak investor yang duduk di ‘pinggir lapangan’. Tidak hanya Neem Aslam, Nigel Green selaku Kepala Eksekutif deVere Group dan Lukman Otunuga sebagai analisis riset broker mata uang FXTM, juga setuju akan hal itu. Menurut mereka, lompatan drastis ini akan menarik banyak investor, termasuk lembaga-lembaga besar.

Pasar Bearish Bitcoin Sudah Berakhir?

Melihat pergerakan harga Bitcoin selama satu pekan terakhir cukup meyakinkan para pecinta kripto bahwa tren bearish selama satu tahun sudah mencapai batas akhir. Hal ini didukung dengan pernyataan optimis Tom Lee, Bitcoin (BTC) in-house dari Fundstrat, kepada Bloomberg yang menyatakan dengan tegas bahwa ia percaya pasar kripto saat ini dapat diklasifikasikan sebagai pasar bullish. Guna mendukung pendapatnya, Tom menggunakan pendekatan MA200 pada BTC. Mengutip Cryptoharian (8/4), menurut analis Altcoin Psyco, indikator teknikal Guppy yang menimbang rata-rata pergerakan guna memprediksi tren harga, menunjukan tanda “menghijau” pada grafik Daily Bitcoin di BitMEX. Tapi, masih ada kemungkinan jika perubahan hijau tersebut hanyalah perangkap jebakan atau “pemalsuan”. Sebab, sebelumnya sempat terjadi sebanyak dua kali dalam sejarah Bitcoin. Jadi, bagaimana menurut kamu? Apakah pasar Bearish sudah benar-benar berakhir?

Related Posts:

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *